Showing posts with label BNI Tapcash. Show all posts
Showing posts with label BNI Tapcash. Show all posts

Sunday, 21 January 2018

Catatan Perjalanan Menggunakan Kartu OK Otrip

One Karcis One Trip (OK Otrip) adalah program dari Pemprov DKI Jakarta yang sudah mulai berjalan sejak 22 Desember 2017 untuk menekan biaya pengeluaran transportasi. Pada tahapan awal dilakukan pada layanan Bus Tranjakarta dikenakan tarif Rp5.000 dalam jarak waktu antara tap in pertama hingga tap in terakhir selama 3 jam. Namun, selama dalam masa ujicoba yang berlangsung selama tiga bulan saya hanya dikenakan tarif maksimal Rp3.500 sebagai tarif promosi.


Proses tap in sistem OK Otrip menggunakan kartu khusus yang bisa didapatkan di halte Transjakarta. Sayapun penasaran untuk mencoba sendiri perjalanan menggunakan kartu OK Otrip, sayapun membeli kartu OK Otrip di Halte Dukuh Atas 2 dengan harga Rp40.000 dengan isi saldo sebesar Rp20.000. Dalam penyediaan kartu Ok Otrip Pemprov DKI Jakarta masih bekerjasama dengan bank. Kartu kartu OK Otrip yang saya miliki, pada bagian belakang terdapat logo Tapcash yang dikeluarkan Bank BNI.



Saya pun mencoba menggunakan pertama kali pada Rabu, 27 Desember 2017 dalam keadaan kendaraan di Jakarta masih agak lengang. Pada pukul 11.50 saya melakukan tap in Halte Dukuh Atas 2 dikenakan Rp3.500, lalu saya turun di Halte Karet Kuningan pada 12.10 untuk suatu keperluan. Pada pukul 14.30 saya kembali melakukan tap in di Halte Karet Kuningan dan dikenakan Rp0 sesuai dengan sistem OK Otrip yang berjalan. Pada rangkaian perjalanan ini seharusnya saya membayar Rp7.000 dengan kartu OK Otrip hanya dikenakan Rp 3.500.

Kedua kalinya saya menggunakan kartu Ok Otrip pada Sabtu, 30 Desember 2017 pada pukul 17.20 di Halte JIExpo Kemayoran (PRJ) saya melakukan gate in dikenakan Rp3.500 dan tap out tiba di Halte Dukuh Atas 1 pada pukul 18.30 untuk ke toilet. Pukul 18.35 saya kembali tap in di Halte Dukuh Atas 1 dinakan Rp0 kemudian menggunakan jembatan menuju Halte Dukuh Atas 2, sampailah saya tap out Halte Departemen Kesehatan pukul 18.50. Pada pukul 19.30 saya kembali melakukan tap in dikenakan Rp 0 saja. Pada rangkaian perjalanan ini seharusnya saya membayar Rp10.500 dengan kartu OK Otrip hanya dikenakan Rp 3.500.


Namun, saya pun punya pengalaman dua kali menggunakan kartu OK Otrip. Salah satunya pada hari kerja normal pada Kamis, 18 Januari 2018 dalam keadaan cuaca yang hujan cukup deras membuat perjalanan lebih lama. Pada pukul 11.39 saya Tap Out di Halte Dukuh Atas 1 melakukan perjalanan, pada pukul 12.30 saya baru sampai di Halte Blok M, menyelesaikan beberapa keperluan di daerah Blok M dan kembali tap in lagi si Halte Blok M pada 14.54. Pada perjalanan ini karena jarak tap in pertama dan selanjutnya lebih dari 3 jam, maka saya dikenakan tarif normal Rp 7.000 untuk dua kali perjalanan.

Untuk pengisian saldo kartu OK Otrip bisa dilakukan di halte Transjakarta terdekat secara tunai (dikenakan biaya 1.500), secara non tunai (saat ini dengan kartu ATM/Debit BNI), dan ATM yang menyediakan layanan isi ulang. Saya sendiri sudah mencoba mengisi saldo kartu OK Otrip di ATM BNI yang menyediakan layanan isi saldo Tapcash.


Mungkin seiring berjalannya waktu, kartu bank lainnya juga akan tersedia untuk memudahkan pilihan bagi pengguna. Demikianlah pengalaman saya secara pribadi untuk sementara waktu menggunakan kartu OK Otrip, ada yang punya pengalaman lain menggunakan kartu OK Otrip juga? Mari, berbagi cerita!

Monday, 4 December 2017

Menelusuri Kampoeng Mataraman Yogyakarta, Melihat Dampak Nyata Manfaat Dana Desa

Yogyakarta dikenal dengan wisata, salah satunya terdapat Kampoeng Mataraman sebagai  desa wisata dikembamgkan oleh masyarakat di daerah Bantul, Yogyakarta didukung oleh pemerintah. Pengembangan Kampoeng Mataraman sebagai desa wisata di Yogyakarta merupakan  salah satu manfaat dana desa. Masyarakat di daerah pedesaan Panggungharjo memahami potensi ekonomi di sektor wisata di daerah sekitarnya. Namun, ada sosok beranama pak Eko Putro Sandjojo yang mungkin tak kita ketahui, bahwa kiprah dan kinerjanya sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi patut diapresiasi dan diketahui untuk mengembangkan dan menumbuhkan perekonomian di desa.


Masyarakat di pedesaaan diberikan kesempatan membangun desa sesuai dengan kearifan lokal dan budaya, menuju kemandirian ekonomi di Indonesia melalui pembangunan di pedesaan. Sosok pak Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa PDTT yang mendukung dan memastikan manfaat dana desa dirasakan masyarakat secara benar dan tepat. Saya berkesempatan menghadiri acara Rembug Desa Nasional 2017 untuk refleksi Tiga Tahun Desa Membangun Indonesia di Desa Wisata Kampung Mataraman, Bantul Yogyakarta pada berlangsung 26-28 November 2017.


Langkah demi langkah menuju Kampung Mataraman, hujan rintik-rintik tak menghalangi langkah kami.  Ketika memasuki daerah Kampung Mataraman tampak di sisi kiri dan kanan menuju tenda tempat acara, terlihat stand-stand produk hasil desa dan UKM. Tiba-tiba sayapun merasakan haus, lalu menanyakan bagaimana saya bisa mendapatkan minuman. Ternyata saya bisa membeli juga dan minuman di warung-warung yang tersedia, bukan sekedar warung biasa, tetapi dimiliki oleh masyarakat. Warung-warung dan stand-stand yang ada di Kampung Mataraman dimiliki oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) yang dikelola bersama oleh masyarakat. Untuk bertransaksi di warung dan stand secara non tunai dengan BNI TapCash yang merupakan uang elektronik dari BNI.


Pengembangan BUMDES berasal dan Manfaat Dana Desa untuk kepentingan masyarakat, besarnya potensi pertumbuhan ekonomi di pedesaan dengan transaksi di warung/stand milik BUMDES oleh masyarakat pedesaan itu sendiri dan masyarakat lainnya yang datang ke desa.  Membangun kemandirian ekonomi dan memakmurkan pedesaan sebuah tujuan yang sesuai dengan nawacita ketiga pemerintahan Joko Widodo "Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan." terwujudkan dalam pembangunan di desa dengan pemanfaatan dana desa.



Pada acara puncak Rembug Desa Nasional 2017 diawali dengan paduan suara perkumpulan ibu-ibu dan Kitiran sebagai pengganti tepuk tangan, hasil karya Kampung Dolanan di Desa Panggungharjo menyambut kedatangan pak Eko Putro Sandjojo yang berkenan hadir. Sepanjang perjalanan sampai ke panggung, pak Eko dengan ramah bersalaman dengan masyarakat yang hadir.


Pak Eko Putro Sandjojo mengapresiasi dengan menyerahkan piagam penghargaan kepada pak Wahyu Anggoro, Kepala Desa Panggungharjo atas Piagam Panggungharjo sebagai Resolusi Rembug Desa Nasional 2017 yang mendukung setiap program kerja Kementerian Desa PDTT untuk pembangunan dan pemberdayaan desa. Pak Suharsono, Bupati Bantul juga turut mendukung dan mengawasi Manfaat Dana Desa untuk pembangunan di desa. Dukungan kepala daerah di provinsi, kabupaten, dan desa sangat penting untuk membangung desa dan mendukung program Kementerian Desa PDTT.



"Membangun dari pinggiran sesuai nawacita Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari pemerataan pembangunan di Indonesia, bersama-sama kepala desa dan masyarakat untuk membangun desa. Desa Bisa!", ajakan pak Eko Putro Sandjojo agar masyarakat semakin semangat dalam berpartisipasi membangun desa. Yang paling yang paling tahu kebutuhan desa itu sendiri adalah masyarakat desa itu sendiri, setiap desa diminta membuat program prioritas sesuai kearifan lokal dan keunggulan lokal setiap desa. Mulailah produkai di pedesaan jika ada pasarnya, potensi pendapatan masyarakat desa sangat besar. Sehingga lahirnya Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) sehingga ada sektor-sektor unggulan di setiap kawasan pedesaan.




Mendukung Prukades dan partisipasi masyarakat membangun desa, Bank BNI memberikan kendaraan untuk operasional BUMDES dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan BUMDES. Untuk mendukung pemasaran hasil-hasil karya BUMDES juga secara resmi dirilis e-Commerce Bumdes Mall" sebagai upaya pemasaran produk unggulan desa dengan cara now. Sayapun berharap produk-produk unggulan setiap bisa dikenal sampai ke keluar negeri dengan kualitas yang luar negeri. Sehingga manfaat dana desa untuk memakmurkan desa dan memiliki kemandirian ekonomi.


Kementerian Desa PDTT memiliki kinerja yang baik, bahlan memberikan dampak nyata terjadi penurunan presentasi desa tertinggal sebesar 17%. Berbagai dampak nyata manfaat dana desa sudah saya lihat sendiri, pak Eko Putro Sandjojo yang bekerja demi terlaksananya pembangunan, kemandirian ekonomi, dan kemakmuran di pedesaan. Pada kesempatan bincang dengan beliau, saya mendengarkan program kerja dan terencana seperti: sarana pasca panen sudah dipersiapkan dengan baik, kemitraan dengan perusahaan swasta seperti Lion Cargo untuk mendukung pemasaran produk-produk unggulan desa. Didukung dengan pembiayaan KUR dan fasilitas penjualan di e-Commerce Bumdes Mall. Program pemanfaatan dana sudah dibuat dan dilaksanakan, bahkan mendapatkan dukungan dari perusahaan BUMN & swasta. Senangnya saat mengetahui produk-produk unggulan BUMDES mendapatkan dukungan pemasaran dan akses pasar, sehingga BUMDES bisa terus berkembang.

Monday, 4 September 2017

Desain Keren Kartu e-Money edisi Asian Games 2018

Tidak terasa setahun lagi menjelang acara akbar Asian Games 2018, terlebih Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi olahraga berskala Asia. Kompetisi akan dilakukan dengan tempat utama di Kota Jakarta dan Palembang.

Pada momen satu tahuh menjelang Asian Games, beberapa merchandise sudah diperkenalkan dan bisa dimiliki. Termasuk kartu e-Money (uang elektronik) edisi Asian Games 2018 yang diterbitkan oleh Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI. Seperti apa desain kartunya, mari bersama kita lihat satu per satu.

1. Bank Mandiri

Pada Sabtu, 19 Agustus 2017 Bank Mandiri secara resmi merilis kartu e-Money edisi Asian Games 2017 dengan dua seri: Maskot Asian Games dan The Legend. Terdapat empat pilihan desain pada seri Maskot Asian Games dan tiga pilihan desain pada seri The Legend.

A.Desain Maskot Asian Games 2018: karakter Bhin-bhin (Burung Cenderawasih), karakter Atung ( Rusa Bawean), karaktee Ika (Badak Bercula Satu), dan karakter ketiganya dalam satu frame.

Kartu e-Money Mandiri Edisi Maskot Asian Games 2018
Kartu e-Money Mandiri
Edisi Maskot Asian Games 2018

B. The Legend dengan karakter legenda olahraga Indonesia di bidang bulu tangkis dan tenis: Christian Hadinata, Yayuk Basuki, dan Rudi Hartono.

Kartu e-Money Mandiri edisi The Legend
Kartu e-Money Mandiri
edisi The Legend

Untuk memiliki kartu e-Money edisi Maskot Asian Games 2018 seharga 50.000 per kartu. Sedangkan kartu e-Money edisi The Legend seharga 500.000 untuk satu set, berisikan ketiga karakter legenda olahraga.

2. Bank BNI dan Bank BRI
Bank BNI dan Bank BRI juga memiliki desain kartu Tapcash BNI dan Brizzi BRI, tetapi belum tersedia di pasaran. Namun, desainnya sudah bisa dilihat seperti ini.

Kartu BNI Tapcash dan Brizzi BRI Edisi Asian Games 2018
Kartu BNI Tapcash dan Brizzi BRI
Edisi Asian Games 2018

Dari beberapa desain kartu edisi Asian Games 2018 yang ada, manakah yang menjadi favoritmu?