Showing posts with label Busway. Show all posts
Showing posts with label Busway. Show all posts

Sunday, 23 October 2016

Dua Layanan Baru Transjakarta untuk Penyandang Disabilitas

Transjakarta pada 20 Oktober 2016 di Gedung Balai Kota Jakarta, menghadirkan layanan transportasi yang ramah bagi penyandang disabilitas. Layanan pertama dengan hadirnya bus bertipe low entery dan layanan mobil Transjakarta Cares. Kedua layanan hadir sebagai bagian dari komitmen Transjakarta untuk melayani penyandang disabilitas.

1. Layanan Mobil Transjakarta Cares

Mobil Transjakarta Cares untuk tahap awal berjumlah lima unit mobil. Target jumlah mobil layanan Transjakarta Cares sebanyak empat puluh unit.


Salah Satu Mobil Transjakarta Cares
Salah Satu Mobil Transjakarta Cares


Dalam pengadaan fasilitas Transjakarta Cares, perusahaan swasta turut berkontribusi memberikan donasi bus. Antara lain dari Asuransi Astra Buana (berasal dari danasosial peserta Asuransi Astra Syariah), Astra Credit Company, dan PT Denso Sales Indonesia. Sehingga berjumlah total empat unit mobil donasi.


Penyerahan Apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta 
Pengguna disabilitas untuk bisa menggunakan layanan Transjakarta Cares. Cukup mudah, tinggal menelepon ke nomor call center Transjakarta di 1500102 sehari sebelum hari penggunaan. Saat ini layanan Transjakarta Cares melayani pada pukul 08.00-17.00 di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Petugas Layanan Transjakarta Cares
Petugas Layanan Transjakarta Cares
Keesokan hari setelah menelepon, mobil Transjakarta Cares akan datang ke rumah dan mengantarkan ke halte terdekat yang terdapat papan penunjuk "Transjakarta Cares".

Plang Transjakarta Cares di Halte Bank Indonesia
Plang Transjakarta Cares di Halte

Pengguna bisa melanjutkan perjalanan dengan bus Transjakarta, lalu turun di halte berpapan "Transjakarta Cares" terdekat dengan tujuan. Selanjutnya mobil Transjakarta Cares lanjutan akan mengantarkan sampai tujuan. Saat ini sepuluh halte Transjakarta sudah ramah disabilitas.

2. Layanan Bus Transjakarta Berlantai Rendah

Selain layanan mobil Transjakarta Cares, Transjakarta menyediakan layanan Bus Low Entry. Bus Low Entry dengan lantai bus rendah, lantau bus bisa dinaikan dan diturunkan. Hal ini memberikan kemudahan penyandang disabilitas untuk naik dan turun bus Transjakarta.

Bus untuk Penyandang Disabilitas

Sayapun berkesempatan menaiki bus low entry dan melihat bagaimana proses penyandang disabilitas menggunakannya. Bisa dilihat pada video berikut:


Saat ini Bus Low Entry tersedia tiga bus yang akan melayani rute non koridor Transjakarta. Dalam pengadaan bus Low Entry Transjakarta membeli 300 bus hingga tahun 2017 nanti.

Pak Basuki Tjahja Purnama, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa harga bus Low Entry lebih mahal Satu Milyar Rupiah per unit. Namun yang terpenting bukan harga busnya, namun komitmen untuk menyediakan layanan kendaraan bagi penyandang disabilitas dengan harga terjangkau. Sehingga setiap masyarakat Jakarta bisa menikmati layanan Transjakarta.

Monday, 27 June 2016

Diskusi dengan Komunitas, Realisasi Value #BeraniBerubah oleh Transjakarta

Value #BeraniBerubah kini menjadi bagian dari budaya perusahaan (corporate culture) baru bagi Transjakarta. Value baru #BeraniBerubah diterapkan secara keseluruhan, tak hanya bagi jajaran pimpinan Transjakarta, namun harus menyentuh ke supir dan petugas on board di bus Transjakarta. Dibuktikan dengan langkah awal, setiap hari Jumat seluruh jajaran Transjakarta dari berbagai posisi menggunakan kaos biru dengan tulisan #BeraniBerubah


Kaos #BeraniBerubah Di ikenakan Petugas Transjakarta

Bagi saya Transjakarta saat ini, tak sekedar mencatat apa yang menjadi saran dan aspirasi pengguna masyarakat. Yang penting adalah menindaklanjuti saran dan aspirasi pengguna. Yang setiap harinya menggunakan bus Transjakarta adalah pengguna Transjakarta.  Penggunaan bus gandeng Scania menjadi salah satu hal "nilai tambah" bagi saya. Tanpa mengabaikan bus Transjakarta merk dan jenis lain, bus gandengan Scania menjadi "pilihan" masyarakat.

Salah satu langkah perwujudan value #BeraniBerubah Transjakarta mengundang komunitas pengguna Transjakarta dan Komunitas Tau dari Blogger (TDB) untuk berbuka puasa bersama dan berdiskusi. Jam 15 kami berkumpul di halte TransjakartaMonas, sambil menunggu bus Transjakarta rute Monas-JIExpo Kemayoran. 

Komunitas di dalam Bus Monas-JIExpo Kemayoran
Mengantri salah satu nilai yang diperlajari pengguna untuk membudayakan budaya antri, Dahulukan pengguna yang turun, baru kemudian pengguna lain menaiki bus. Juga antrian saat memasuki dan keluar dari gate out di halte Transjakarta. Akhirnya pukul 15.25 kami bersama berangkat dari Monas dan tiba di halte Transjakarta JIExpo Kemayoran pukul 16.05. Lokasi Halte Transjakarta terletak dekat pintu Gambir Expo.


Antrian di Gate Out Halte Transjakarta JIExpo Kemayoran
Sambil teman-teman yang lain berjalan, saya melihat ada spanduk dan tempelan pengumuman dari Transjakarta. Saya memotretnya dan menuju ke loket tiket JIExpo Kemayoran. Untuk memasuki JIEXpo Kemayoran sudah lebih modern caranya, memasukan kartu untuk menggeser gate in seperti gate in Transjakarta. Setelah melalui gate in JIExpo Kemayoran kami menuju Hall C1. Saya sempat kebingungan mencari Hall C1, namun akhirnya sampai juga di Hall C1.

Hall C1, JIExpo Kemayoran

Saat memasuki Hall C1 di sisi kiri tampak booth berwarna biru, itulah booth Transjakarta.  Di booth Transjakarta yang ada di Hall C1 JIExpo Kemayoran ditampilan sejarah singkat Transjakarta dan miniatur berbagai jenis bus Transjakarta. Saya menggunakan kaos #BeraniBerubah berwarna merah tua.


Berswafoto di Booth Transjakarta


Sejarah Singkat Berdirinya Transjakarta

Miniatur bus sangat menarik untuk difoto, saat saya posting di Instagram ternyata banyak yang menyukainya. Miniaturnya tak hanya dipajang, namun juga dijual. Ada penjual miniatur bus Transjakarta yang ada di booth Transjakarta. 


Miniatur Bus Gandeng Transjakarta

Miniatur Bus City Tour dan Bus Khusus Perempuan

Seusai mengunjungi booth Transjakarta kami menuju resto Expo. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kami berbincang-bincang antar peserta tentang Transjakarta dan berfoto bersama. Tak terasa berbincang-bincang tak terasa Adzan Magrib berkumandang. Saatnya berbuka puasa, diawal dengan menikmati kolak yang sudah disajikan di masing-masing meja dan dilanjutkan makanan berat. 



Foto Bersama Sebelum Diskusi Komunitas

Seusai semua peserta komunitas pengguna Transjakarta selesai makan dan menjalankan ibadah salat. Diskusi komunitas dengan Pak Prasetia Budi, Kepala Humas dan Komunikasi Transjakarta dimulai. Hadir juga pak David dari Dewan Transportasi Jakarta.

Berlangsung Diskusi dengan Komunitas

Diawali peserta menanyakan perihal toilet di halte Transjakarta. Karena pengguna menunggu lama, maka penumpang sudah saatnya membuang air kecil namun tak tersedia toilet di halte. Dijawab oleh pak Prasetia Budi bahwa memang di negara lain BRT memang tidak menyediakan toilet, namun karena pengguna menunggu lama sehingga saatnya membuang air kecil.

Ketersediaan bus Transjakarta yang menjadi pertanyaan peserta. Terlebih di jam sibuk ketersedian bus Transjakarta dirasakan lama dan sedikit jumlah busnya. AC yang kurang dingin dan kondisi bus yang tidak layak jalan ditanyakan kepada pak Prasetia Budi. Namun kabar baiknya, value #BeraniBerubah sudah dilaksanakan dengan baik, bus Transjakarta yang tidak layak jalan kontraknya berakhir bulan Juli. 
.
Anggota Komunitas sedang Menyampaikan Saran
 

Perilaku petugas Transjakarta di halte Transjakarta dan di dalam bus Transjakarta, Saat ada pengguna yang bertanya kepada petugas, dijawab tidak tahu dan dengan intonasi yang kurang baik. Namun pihak Transjakarta akan terus memperbaiki dan memberikan pelatihan kepada petugasnya.

Terlebih pengemudi bus Transjakarta, manajemen Transjakarta memiliki pengemudi yang usianya cukup matang. Dengan usia yang cukup matang, kondisi emosi pengemudi realtif stabil, Mengingat setiap harinya pengemudi bolak-balik jalan dan rute yang sama, sehingga menimbulkan kebosanan, Sesekali pengemudi juga mengikuti pelatihan di kelas untuk menghindari kebosanan.

Pengemudi bus Transjakarta perempuan juga menjadi pertanyaan menarik. Saat ini sudah ada sekitar 10% jumlah pengemudi perempuan. Bahkan ada beberapa pengguna bus Transjakarta yang menunggu pengemudi perempuan. Sampai hafal bus mana dan melalui rute mana. Selain itu bus Transjakarta khusus perempuan saat ini baru tersedia dua uni, direncanakan akan ada sepuluh unit di koridor 1 Transjakarta.

Pertanyaan saya untuk pak Prasetia Budi, pertama tentang tidak terlihatnya Halte Grogol Latumenten di koridor 9 dari Stasiun Grogol. Dari Stasiun Grogol yang terlihat adalah halte Grogol 2 yang jaraknya lebih jauh, namun dari jauh jembatannya terlihat. Halte Grogol Latumenten tertutup plang dan pepohonan, saya berharap adanya penunjuk jalan adanya Halte Transjakarta Grogol Latumenten.


Tampilan Sisi Kiri Halte Stasiun Grogol

Kedua, mengenai spanduk yang saya temukan di halte Transjakarta JIEXpo dan beberapa halte. Per 18 Juli 2016  hanya 34 Halte Transjakarta yang melayani pembelian kartu perdana bank dan pengisian ulang kartu bank. 

Pengumuman Pembelian dan Topup Transjakarta di 34 Halte

Di Twitter dan Facebook banyak pengguna Transjakarta yang menyangkan adanya aturan tersebut.. Pak Presetia menjawab bahwa hal tersebut masih uji coba, Transjakarta berencana untuk membuat alternatif sistem permbayaran lain dalam waktu dekat. Karena selama ini sistem e-ticketing Transjakarta dibangun oleh sistem perbankan.  Mari, kita tunggu alternatif pembayaran lain dari Transjakarta! Acara diskusi diakhiri dengan berfoto bersama-sama.

Foto Bersama Komunitas Transjakarta
Momen berbuka puasa bersama Transjakarta dan dengan komunitas menjadi langkah awal. Namun sayangnya pak Budi Kaliwono, Direktur Transjakarat berhalangan hadir karena ada keperluan lain. Ke depannya saya berharap ada diskusi untuk menidaklanjuti setiap saran dan masukan yang sudah diberikan oleh rekan-rekan komunitas.Harapannya pak direktur di lain kesempatan bisa turut hadir, berdiskusi bersama-sama dengan komunitas pengguna Transjakarta.