Showing posts with label Bakti BCA. Show all posts
Showing posts with label Bakti BCA. Show all posts

Monday, 8 October 2018

Sehari Mengikuti IKF VII Forum IPTEK Terbesar se-Indonesia

Pembukaan IKF VII oleh Sekjen Kemenhub RI Djoko Sasono bersama Dirut BCA Jahya Setiaatmaja disaksikan para BOD BCA dan exhibitor IKF 2018

Duh bahagianya hari ini, kesempatan itu akhirnya tiba. Kesempatan yang datang karena beberapa waktu lalu menulis pengantarnya untuk acara ini yaitu acara Indonesia Knowledge Forum (IKF).

Waktu itu baru pengantar saja sudah memberikan gambaran bagaimana isi dari acara IKF VII akan berlangsung. Dengan mengusung tema Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation, IKF VII semakin menegaskan  bahwa Forum ini sebagai forum akbar ilmu pengetahuan yang ada di Indonesia. Peran BCA melalui BCA Learning Service dalam Yayasan Bakti BCA sungguh pantas di acungi jempol.

Kenang-kenangan IKF VII 2018

Direktur utama BCA Jahja Setiaatmaja mengantar pembukaan IKF VII dengan gayeng. Sekaligus mengajak peserta dari berbagai kalangan untuk menyadari situasi dan kondisi terkini tranformasi teknologi digital pada setiap lini organisasi perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.

Beliau mengungkapkan prinsip enterpreneur yang terus berkembang sesuai kondisi jamannya. Bahwa setiap bentuk peluang usaha dan teknologi inovasi akan selalu berkembang. Namun juga tak mudah seperti halnya awal mula sebuah perusahaan konvensional berdiri. Sekalipun dampak disrupsi sangat terasa dari pengaruh inovasi digital.

Sekretais Jenderal Kementerian Perhubungan RI Djoko Sasono Menerima cindera mata dari BCA sebagai penyelenggara IKF VII 2018.

Tidak semua akan bergerak disrupsi menjadi virtual image, sebab walau bagaimanapun tetap membutuhkan delivery of the goods dari penciptaan kreativitas teknologi digital. "Kita tidak mungkin mengkonsumsi bakmi virtual!" Ujarnya dengan remah tawa.

Disinilah peran sebuah Forum seperti IKF  untuk menyampaikan resiko yang bisa kita setarakan jalur pacunya pada perubahan perilaku masyarakatnya. Bahwa inovasi teknologi yang kita perlukan senantiasa berkembang namun juga memilki resiko yang sama saat kehadirannya mulai di terapkan kepada masyarakat.

Ada operator para "hacker" sebagai pencipta dan aplikator sebuah inovasi yang dituntut untuk mampu menjadi delivery of the good atau dengan kata lainnya agent of change. Bukan hanya mampu mencipta teknologi inovasi tetapi juga mampu menjadi daya perubah dalam pola perilaku masyarakat.

Tarian tradisional yang di garap dengan musik digitalize dan menyuguhkan petunjukan modern dan trgadsional yang padu, 
Wahhh, disini saya sebagai blogger menjadi bagian sebagai user dari lahirnya teknologi inovasi digital seperti pada platform blogspot, menjadi tersentuh dengan apa yang di sampaikan Jahja Setiaatmaja. Jika para kreatornya saja diharapkan bisa menjadi unsur agen perubahan terlebih seorang user. Semoga saja apa yang dilakukan oleh para blogger dalam menulis untuk berbagi sesuatu akan sangat bermanfaat bagi perubahan perilaku ditengah disrupsi ini.

Di hari pertama [9/10] dengan agenda pembukaan IKF VII di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta ini rencana akan di buka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya. Oleh sebab hal lain Budi Karya tidak dapat menghadiri pembukaan IKF VII namun di wakilkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan RI Djoko Sasono.

Apa yang di sampaikan oleh Djoko Sasono mewakili kemenhub pun tak kalah gayeng. Pembawaan Djoko Sasono yang tidak sedang memberikan paparan bagaimana digital juga telah menjadi teknologi inovasi yang sudah di jalankan oleh organisasi goverments setingkat kemenhub. Djoko lebih banyak bercerita anekdot peristiwa perilaku kita yang berada ditengah disrupsi teknologi.

Cerita yang dapat saya kutip sedikitnya begini. Jika dipertanyakan negara manakah yang terlebih dahulu teknologi dan peradabanya maju. Semua negara berlomba meneliti bagaimana dahulu kala negara maju dalam teknologi. Sebut saja negara A yang meneliti dan menggali bumi mereka dengan kedalaman dan menemukan artefak tusuk gigi dan dikatakan negera tersebut sudah menemukan teknologi kabel sejak lama.

Lalu negara B yang meneliti dan menggali hingga kedalaman tertentu dan menemukan artefak sikat gigi. Dan akhirnya menyatakan negara B telah menggunakan fiber optik sejak lampau.

Namun berbeda dengan negara Indonesia, setelah diteliti dan digali hingga dalam sedalamdalamnya di tanah negeri Indonesia tidak ditemukan artefak apapun. Namun tak didisangka tak dinyana. Bahwa sesungguhnya Indonesia telah menggunakan teknologi "wireless" sejak dahulu kala.

Narsis di Main Stage IKF VII 2018 tempat para pembicara kompeten tampil 
Sepenggal kisah diatas sangat menggelitik saya yang mendengar kisah tersebut dari seorang sekjen kemenhub. Senyum senyum sendiri dan mengakui otokritik yang sangat menggugah aspek mental dari perilaku warga negeri ini.

Jika pun dipertanyakan dengan serius sejauh apa tingkat perkembangan ilmu pengetahuan di negeri ini, mumgkin sudah terjawab sebatas anekdot diatas.

Kita boleh mengernyitkan dahi tapi jangan lupa juga untuk tetap tergugah dengan canda yang dapat memahami siapa kita sebagai bangsa yang suka akan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Menutup sambutannya Djoko Sasono mengatakan bahwa yang namanya inovasi itu pasti nyeleneh, suka bikin tertawa dan diluar framing pikiran lainnya. Yang namanya inovasi juga merupakan sesuatu yang seksih. Sesuatu yang membuat sesuatu jadi lebih efisien. Sebab mampu menumbuhkan produktivitas dan kreatifitas dengan cost yang lebih rendah.

Demikian 
Salam.

Foto keluaga Blogger :)


Tuesday, 24 July 2018

BCA Menjadi Bagian dari Ajang Miss Grand Indonesia 2018

Detik-detik terpilihnya Nadia Purwoko menjadi Miss Grand Indonesia 2018

Menyaksikan secara langsung acara Miss Grand Indonesia 2018 adalah sesuatu yang mengejutkan saya sebenarnya. Sebab tak pernah terpikir sedikit pun sebelumnya apalagi membayangkannya. Kesempatan ini saya dapat dari WhatsApp seorang teman, sebuah pesan singkat mengajak saya untuk dapat mengikuti acara ini. Tanpa banyak pertimbangan langsung saya terima saja undangan nonton secara live di Plenary Hall Jakarta Convencion Center [21/7].

Ternyata saya tidak sendiri, bersama teman blogger yang lain kami semua menjadi berlima, kami tidak janjian untuk memakai baju warna apa. Ketika bertemu di depan pintu masuk kami semua kompak menggunakan warna hitam. Sepertinya malam ini akan kami lalui dengan gembira deh..heheeyy.


Lenggak-lenggok para finalis Miss Grand Indonesia di atas panggung malam itu bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai. Melainkan mereka telah mengikuti berbagai macam proses seleksi dalam tiap audisi di masing-masing provinsi. Hingga akhirnya mereka sampai diatas panggung megah yang di tayangkan secara llive oleh stasiun terbesar di Indonesia SCTV. 

Malam yang pasti membuat siapa pun berdebar menantikan siapa diantara 16 finalis tersebut yang dapat meraih penghargaan tertinggi menjadi Miss Grand Indonesia 2018. Dan siapa yang bakal memwakili Indonesia untuk mengikuti ajang berikutnya di tingkat Internasional di Myanmar tahun ini juga.

Saya kira suara gemuruh dan sahut-sahutan bentuk dukungan kepada finalis adalah sebuah ekpresi pendukung dari daerah asal finalis Miss Grand Indonesia 2018 berasal. Mereka pun turut merasakan getaran debarnya jantung menunggu siapa yang bakal terpilih menjadi Miss Grand Indonesia 2018. 

Nadia Purwoko 

Akhirnya menit demi menit berlalu, hingga terpilihlah Nadia Purwoko menjadi Miss Grand Indonesia 2018 yang berasal dari provinsi Bengkulu. Wanita yang tidak hanya cantik dan gemulai diatas panggung namun juga berlatar belakang sebagai pengacara dalam bidang hukum. 

Hal tersebut menegaskan kembali bahwa Miss Grand Indonesia 2018 memiliki konten finalis yang luar biasa. Sebab terdapat juga lima kategori yang diperebutkan dalam ajang Miss Grand Indonesia 2018 ini. Dan berikut ini sederet nama yang mendapatkan beberapa kategori tersebut.

Nadia Purwoko sebelum memakai mahkota 
Miss Grand Indonesia 2018 Nadia Purwoko (Bengkulu)
1st Runner-up Vivi Wijaya (Sumatera Utara)
2nd Runner-up Stephanie Cecillia (DKI Jakarta)

Bersama ketiga putri diatas masuk dalam Top 5 
Nadya Ferlysia (Sumatera Barat)
Sabrina Malik (Sulawesi Utara)

Top 5 Miss Grand Indonesia 2018
Bersama kelima putri diatas masuk dalam Top 10
Vegiananda (Kalimantan Barat)
Ayu Sada Devi (Bali)
Mentari Novel (Jawa barat)
Amel Barack (Kalimantan Timur)
Rizky Maylina (Jawa Timur)

Terdapat juga 5 Spesial Award yang diberikan kepada:
Ayu Sada Devi (Bali) sebgai Best National Costume
Maya Dian (NTB) sebagai Miss Cogneality
Vivi Wijaya (Sumatera Barat) sebagai Best Evening Gown
Putri Azizah (Sunatera Selatan) sebagai Miss Favorite
Sevin Dwi Putri (Lampung) sebagai Miss Perbankan

Dari kelima spesial award ini ada yang menarik perhatian saya yaitu Miss Perbankan. Buat saya Miss Perbankan adalah sesuatu yang menegaskan kembali betapa bukan hanya kecantikan dan kemolekan raga melainkan sesuatu yang menjadi niche sangat spesial yang dimiliki seorang Miss Grand Indonesia menjadi kategori yang diperebutkan. 

Bersama Menteri Pariwisata dan Miss Grand International (Peru)
Seorang Miss Grand Indonesia yang menyandang Miss Perbankan akan menjadi duta yang mewakili siapa pun yang menyukai dunia finansial. Sebuah bidang yang memang tak banyak dilirik oleh sebagian kaum putri. Kelak dengan adanya Miss Perbankan akan menambah minat para belia putri di Indonesia untuk lebih menyukai bidang perbankan. 

Berbicara Miss Grand Indonesia dan BCA yang turut menjadi bagian di dalamnya adalah sebuah pertanda baru yang unik. Bahwa sebuah bank mau menjadi bagian dalam mensponsori acara semacam Miss Grand Indonesia. Untuk pertama kalinya BCA menjadi sponsor kontes kecantikan. 

Bentuk dukungan BCA pada Miss Grand Indonesia 2018 ini menunjukan bahwa kegiatan ini sangat positif. Sebab dapat mendorong generasi muda khususnya wanita untuk berani berkompetisi pada level nasional hinga internasional. Hal ini diungkapkan oleh Inge Setiawati, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA.   

Saat Press Conference bersama Media dan Blogger
Miss Grand Indonesia 2018 ini juga turut mengkampanyekan Stop War and Violence bagi masyarakat Indonesia juga dunia. Bahwa perdamaian akan terus di suarakan agar hilang kesedihan dan ketakutan menjadi kebahagiaan.

Kebahagiaan saya bahwa BCA sebagai bank yang tumbuh dan besar di Indonesia ini mampu turut memberi kontribusi positif pada kegiatan yang positif pula. Tak lepas dari dukungan pada kegiatan positif saja. BCA pun senantiasa tetap ingin menjadi bank yang menjadi kepercayaan nasabah nya. Untuk terus melayani dengan berbagai bentuk pelayanan mengikuti perkembangan zaman  tetap terus dilakukan. 

Berbagai layanan pun telah menggunakan teknologi digital seperti Sakuku dan tabungan Xpresi. Kedua layanan tersebut mampu menjawab kebutuhan milenial. Bahwa tak perlu susah mengantri di bank untuk buka tabungan seperti pada tabungan Xpresi dan tak perlu membawa dompet dengan memiliki aplikasi Sakuku. 

BCA senantiasa selalu berusaha melayani nasabah dengan cara terbaik nya. 

Demikian
Salam. 

Detik-detik pemilihan Miss Grand Indonesia 2018
Sesi pertanyaan Top 3 Miss Grand Indonesia

Di hibur juga oleh Rizky Febian 
Nadia Purwoko
Saat Press Confrence bersama Media dan Blogger 
Stephanie Cecillia (DKI Jakarta)

Thursday, 30 March 2017

BCA Mengajak Masyarakat Berbagi Kebaikan lewat Gerakan "Buku untuk Indonesia"

Bank Central Asia (BCA) dalam rangka ulang tahun ke-60 dengan nilai perusahaan (corporate value) yang diusung, yaitu Lebih Baik. BCA berkomitmen mewujudkan tiga pilar dari nilai Lebih Baik: Belajar Lebih Baik, Memberi Lebih Baik, dan Melayani Lebih Baik.

Program Buku untuk Indonesia BCA
Program Buku untuk Indonesia


Mewujudkan salah satu pilar Lebih Baik: Memberi Lebih Baik, BCA lewat gerakan "Buku untuk Indonesia" bertujuan menumbuhkaan minat membaca hingga pelosok-pesolok Indonesia.

Persebaran buku yang ada di Indonesia, ini belum merata dan mencapai pelosok-pelosok Indonesia. Tak semua masyarakat mendapatkan akses yang sama untuk membaca buku. Padahal buku adalah jendela dunia, sumber inspirasi, dan, sarana penunjang belajar.

Diawali Acara Zumba Party di CFD Jakarta
Diawali Acara Zumba Party di CFD Jakarta

Untuk itu pada hari Minggu, 26 Maret 2017 pada Car Free Day Thamrin, Jakarta dilakukan sosialisasi program "Buku untuk Indonesia" oleh BCA. Diawali dengan Zumba Party, mengajak masyarakat ikut serta berolahraga.

Wakil Presiden Direktur BCA dan
 Direktur Transaksi BCa

Seusai berolahraga bersama, dilanjutkan acara di area panggung. Turut hadir pak Armand W.Hartono (Wakil Presiden Direktur BCA) dan pak Santoso (Direktur Transaksi Perbankan BCA) mengajak masyarakat, turut ambil bagian dalam dalam program "Buku untuk Indonesia".

Masyarakat yang Sedang Berdonasi
Masyarakat yang Sedang Berdonasi

Masyarakat bisa ambil bagian, cukup melakukan donasi minimal 100 ribu. Donasi bisa dilakukan di website www.bukuuntukindonesia.com yang difasilitasi oleh Blibli, ada apresiasi berupa kaos dari BCA. Khusus pada acara sosialisasi program di CFD, bagi 50 orang pertama mendapatkan  tambahan apresiasi berupa voucher belanja sebesar 50 ribu.

Bagi pak Armand Hartono, Wakil Presiden Direktur BCA kehidupan harus seimbang, salah satunya dengan berbagi kebaikan. Seiring  komitmen BCA untuk menjadi #LebihBaik "dengan pilar Berbagi Lebih Baik" yang menjadi nilai perusahaan (corporate value) BCA untuk berbagi kebaikan.

Penampilan Giring Ganesha (Nidji)
Penampilan Giring Ganesha (Nidji)

Hadir juga mas Giring Ganesha (Nidji) berbagi cerita tentang manfaat membaca buku dan buku favorit.. Mulai dari  Buku Laskar Pelangi menginspirasi mas Giring Ganesha, berani menaklukan tantangan dengan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.

Untuk belajar menjadi pembicara yang baik, mas Giring belajar dari buku public speaking. Belajar menjaga keuangan, mas Giring belajar dari  buku keuangan dan investasi sehingga bisa belajar mengelola keuangan, dan saat memiliki anak dari buku untuk mengatahui cara menjadi ayah dan suami yang baik.

Duta Baca 2011-2015 mas Andy. F Noya punya buku favorit yang berbeda, yaitu: Donald Bebek dengan karakter Paman Gober seraya tertawa saat mengatakannya. Mas Andy F. Noya turuut menantang mas Giring Ganesha untuk membawakan lagu "Laskar Pelangi".  Pengunjung turut bersama menyanyikan lagu Laskar Pelangi.

Betapa besarnya manfaat membaca bagi mas Giring Ganesha. Lewat gerakan Buku untuk Indonesia, kita bisa ambil bagian dan berkontribusi mencerdaskan masyarakat untuk mendapatkan akses kepada buku sampai ke pelosok Indonesia.

Keseruan Kuis dan Lomba
Keseruan Kuis dan Lomba

Tak hanya mengajak masyarakat berbagi kebaikan, ada bagi-bagi hadiah juga di acara sosialiasi pada Car Free Daya. Pak Santoso memberikan pertanyaan limit tarik tunai Paspor BCA Gold, demikian juga pak Armand menyanakan merchant yang menerima Flazz pada Paspor BCA dengan Flazz.

Mobil Perpustakaan Keliling
Mobil Perpustakaan Keliling

Juga diadakan lomba menghitung jumlah kata pada suatu halaman buku dan membuat pose seperti logo BCA. Masyarakat juga bisa membaca berbagai buku, tersedia di mobil perpustakaan keliling yang menarik dibaca.