EDUKASI ASURANSI - Tangan saya mendadak lemas. Jantung meleleh rasanya hingga ke kaki. Pikiran saya melayang ke beberapa bulan lalu ketika saya menawarkan asuransi. Ketika itu, kami sedang kumpul bersama teman- teman lainnya. Mengingat dia sangat sibuk, saya mencoba membahas proposal asuransinya saat itu.
Belum sampai 5 menit, kemudian hpnya berdering, dari client ternyata... dia beringsut pergi ke ruangan lain. 15 menit berlalu.. 20 menit.. 25 menit... saya tidak tahan akhirnya beranjak ke ruangan tempatnya duduk. Dia sedang duduk manis sambil whatsapp-an.. What?? Seketika dia salah tingkah dan berkata sorry ya saya sibuk banget... Saya tau dia menghindar..
Saya bilang tidak apa- apa kan bisa kita bahas lain waktu. Saya kemudian pamit pergi.
Pada beberapa kesempatan dia selalu menolak saya secara halus, menghindar apabila topik menyentuh asuransi. Belum perlu, belum butuh, asuransi merugikan, begitu yang saya dengar.
Yah.. akhirnya dia menyetujui proposal saya hari ini.... Barusan di telepon dia berkata, "Say, aku ambilah asuransi yang kemarin kamu tawarin... tapi aku udah kena kanker, baru sih didiagnosa kemarin.. gak ganas kok.. masih bisa kan ??"
Ibu sayang.. saya gak bisa bantu ibu lagi.. Seberapapun inginnya saya melakukan penjualan, saya hanya bisa menjual asuransi kepada orang yang sehat. Ketika diagnosa ditegakkan dokter fungsi kami sebagai agen asuransi mati di depan Anda. Jadi ketika agen asuransi masih mengejar Anda, berbahagialah.. karena tidak semua orang bisa membeli polis asuransi, sekalipun punya uang. Asuransi itu yang kecil beli uang besar. Beli selagi kita masih sehat, selagi masih produktif. IU**

