Showing posts with label Edukasi Finansial. Show all posts
Showing posts with label Edukasi Finansial. Show all posts

Tuesday, 24 July 2018

BCA Menjadi Bagian dari Ajang Miss Grand Indonesia 2018

Detik-detik terpilihnya Nadia Purwoko menjadi Miss Grand Indonesia 2018

Menyaksikan secara langsung acara Miss Grand Indonesia 2018 adalah sesuatu yang mengejutkan saya sebenarnya. Sebab tak pernah terpikir sedikit pun sebelumnya apalagi membayangkannya. Kesempatan ini saya dapat dari WhatsApp seorang teman, sebuah pesan singkat mengajak saya untuk dapat mengikuti acara ini. Tanpa banyak pertimbangan langsung saya terima saja undangan nonton secara live di Plenary Hall Jakarta Convencion Center [21/7].

Ternyata saya tidak sendiri, bersama teman blogger yang lain kami semua menjadi berlima, kami tidak janjian untuk memakai baju warna apa. Ketika bertemu di depan pintu masuk kami semua kompak menggunakan warna hitam. Sepertinya malam ini akan kami lalui dengan gembira deh..heheeyy.


Lenggak-lenggok para finalis Miss Grand Indonesia di atas panggung malam itu bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai. Melainkan mereka telah mengikuti berbagai macam proses seleksi dalam tiap audisi di masing-masing provinsi. Hingga akhirnya mereka sampai diatas panggung megah yang di tayangkan secara llive oleh stasiun terbesar di Indonesia SCTV. 

Malam yang pasti membuat siapa pun berdebar menantikan siapa diantara 16 finalis tersebut yang dapat meraih penghargaan tertinggi menjadi Miss Grand Indonesia 2018. Dan siapa yang bakal memwakili Indonesia untuk mengikuti ajang berikutnya di tingkat Internasional di Myanmar tahun ini juga.

Saya kira suara gemuruh dan sahut-sahutan bentuk dukungan kepada finalis adalah sebuah ekpresi pendukung dari daerah asal finalis Miss Grand Indonesia 2018 berasal. Mereka pun turut merasakan getaran debarnya jantung menunggu siapa yang bakal terpilih menjadi Miss Grand Indonesia 2018. 

Nadia Purwoko 

Akhirnya menit demi menit berlalu, hingga terpilihlah Nadia Purwoko menjadi Miss Grand Indonesia 2018 yang berasal dari provinsi Bengkulu. Wanita yang tidak hanya cantik dan gemulai diatas panggung namun juga berlatar belakang sebagai pengacara dalam bidang hukum. 

Hal tersebut menegaskan kembali bahwa Miss Grand Indonesia 2018 memiliki konten finalis yang luar biasa. Sebab terdapat juga lima kategori yang diperebutkan dalam ajang Miss Grand Indonesia 2018 ini. Dan berikut ini sederet nama yang mendapatkan beberapa kategori tersebut.

Nadia Purwoko sebelum memakai mahkota 
Miss Grand Indonesia 2018 Nadia Purwoko (Bengkulu)
1st Runner-up Vivi Wijaya (Sumatera Utara)
2nd Runner-up Stephanie Cecillia (DKI Jakarta)

Bersama ketiga putri diatas masuk dalam Top 5 
Nadya Ferlysia (Sumatera Barat)
Sabrina Malik (Sulawesi Utara)

Top 5 Miss Grand Indonesia 2018
Bersama kelima putri diatas masuk dalam Top 10
Vegiananda (Kalimantan Barat)
Ayu Sada Devi (Bali)
Mentari Novel (Jawa barat)
Amel Barack (Kalimantan Timur)
Rizky Maylina (Jawa Timur)

Terdapat juga 5 Spesial Award yang diberikan kepada:
Ayu Sada Devi (Bali) sebgai Best National Costume
Maya Dian (NTB) sebagai Miss Cogneality
Vivi Wijaya (Sumatera Barat) sebagai Best Evening Gown
Putri Azizah (Sunatera Selatan) sebagai Miss Favorite
Sevin Dwi Putri (Lampung) sebagai Miss Perbankan

Dari kelima spesial award ini ada yang menarik perhatian saya yaitu Miss Perbankan. Buat saya Miss Perbankan adalah sesuatu yang menegaskan kembali betapa bukan hanya kecantikan dan kemolekan raga melainkan sesuatu yang menjadi niche sangat spesial yang dimiliki seorang Miss Grand Indonesia menjadi kategori yang diperebutkan. 

Bersama Menteri Pariwisata dan Miss Grand International (Peru)
Seorang Miss Grand Indonesia yang menyandang Miss Perbankan akan menjadi duta yang mewakili siapa pun yang menyukai dunia finansial. Sebuah bidang yang memang tak banyak dilirik oleh sebagian kaum putri. Kelak dengan adanya Miss Perbankan akan menambah minat para belia putri di Indonesia untuk lebih menyukai bidang perbankan. 

Berbicara Miss Grand Indonesia dan BCA yang turut menjadi bagian di dalamnya adalah sebuah pertanda baru yang unik. Bahwa sebuah bank mau menjadi bagian dalam mensponsori acara semacam Miss Grand Indonesia. Untuk pertama kalinya BCA menjadi sponsor kontes kecantikan. 

Bentuk dukungan BCA pada Miss Grand Indonesia 2018 ini menunjukan bahwa kegiatan ini sangat positif. Sebab dapat mendorong generasi muda khususnya wanita untuk berani berkompetisi pada level nasional hinga internasional. Hal ini diungkapkan oleh Inge Setiawati, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA.   

Saat Press Conference bersama Media dan Blogger
Miss Grand Indonesia 2018 ini juga turut mengkampanyekan Stop War and Violence bagi masyarakat Indonesia juga dunia. Bahwa perdamaian akan terus di suarakan agar hilang kesedihan dan ketakutan menjadi kebahagiaan.

Kebahagiaan saya bahwa BCA sebagai bank yang tumbuh dan besar di Indonesia ini mampu turut memberi kontribusi positif pada kegiatan yang positif pula. Tak lepas dari dukungan pada kegiatan positif saja. BCA pun senantiasa tetap ingin menjadi bank yang menjadi kepercayaan nasabah nya. Untuk terus melayani dengan berbagai bentuk pelayanan mengikuti perkembangan zaman  tetap terus dilakukan. 

Berbagai layanan pun telah menggunakan teknologi digital seperti Sakuku dan tabungan Xpresi. Kedua layanan tersebut mampu menjawab kebutuhan milenial. Bahwa tak perlu susah mengantri di bank untuk buka tabungan seperti pada tabungan Xpresi dan tak perlu membawa dompet dengan memiliki aplikasi Sakuku. 

BCA senantiasa selalu berusaha melayani nasabah dengan cara terbaik nya. 

Demikian
Salam. 

Detik-detik pemilihan Miss Grand Indonesia 2018
Sesi pertanyaan Top 3 Miss Grand Indonesia

Di hibur juga oleh Rizky Febian 
Nadia Purwoko
Saat Press Confrence bersama Media dan Blogger 
Stephanie Cecillia (DKI Jakarta)

Saturday, 2 June 2018

Edukasi Literasi Sun Life Melalui Sitkom Keluarga Surya

Pemain Keluarga Surya, Kreator, dan Sun Life 

Hidup dan bekerja mencari uang adalah tujuan hampir semua orang. Setiap hari kesibukan orang di kota, didesa adalah mencukupi kebutuhan hidupnya. Tujuan utama nya adalah mencari uang. Ada yang bekerja, menekuni profesi, ada yang berdagang jual beli, bisnis wirausaha sendiri dan lain-lain.

Semua hanya sibuk bagaimana mendapat sumber pemasukan keuangan mereka. lalu apakah mereka juga memikirkan bagaimana mengelola keuangan yang mereka dapatkan? Tentunya mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari itu penting. Memenuhi biaya makan, pakaian dan rumah juga hal penting yang sangat wajib terpenuhi. Untuk itulah gunanya kita bersusah payah dengan segala daya berusaha mencari rejeki.

Semua orang disadari atau tidak sudah mengatur keuangan mereka namun seperti apa perencanaan keuangan yang baik dan cermat? Seringkali kebutuhan dasar yang sudah terpenuhi semuanya itu tak membuat satu hal penting di fikirkan dan dilakukan yaitu asuransi.

Tingkat pengetahuan masyarakat menyoal literasi keuangan masih begitu rendah. Literasi yang juga bukan sekedar mafhum dengan pengelolaan dan perencanaan keuangan. Melainkan kesadaran yang mewujud dalam bentuk nyata memenuhi satu pos keuangan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Namun juga memenuhi mimpi seperti mengecap pendidikan tinggi, mendapat pelayanan kesehatan terbaik, dan kemapanan finansial

Pemain Keluarga Surya dan Nara Sumber Press Conference 

Indeks Literasi Asuransi Indonesia


Kalau melihat data statistik Indeks Literasi Asuransi di Indonesia masih menjadi tantangan dan potensi terbesar industri asuransi jiwa. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada 2016 menunjukan tingkat literasi "baik" pada industri asuransi relatif rendah. Indeks literasi asuransi hanya mencapai 15,76% turun dari survei 2013 yaitu 17,84%. Sementara tingkat utilitas mencapai 12,08% tidak berubah jauh dari surrvei 2013 di angka 11,81%. Yang artinya dari 100 orang Indonesia hanya 15 sampai 16 orang yang mengenal lembaga jasa keuangan asuransi dan hanya 12 orang yang sudah menggunakan jasa asuransi.  

Nah sebegitu rendahnya literasi perencanaan keuangan masyarakat Indonesia. Sehingga data statistik yang di tunjukan tersebut memerlukan suatu upaya agar masyarakat semakin tinggi akan literasi perencanaan keuanganya.  Untuk itu PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) tergerak untuk membantu pemerintah dengan kondisi tersebut.  Melalui Kampanye Komunikasi dengan tagar #LebihBaik Sekarang.

Kiri Shierly Ge, Kanan Elin Waty

Bukan hanya itu, untuk mendorong peningkatan literasi keuangan yang menyasar keluarga muda Indonesia, Sun Life Indonesia juga menghadirkan sebuah Sitkom (Komedi Situasi) dengan format video web series yang dapat di saksikan melalui kanal youtube yang dimiliki Sun Life Indonesia. Yaitu Sitkom Keluarga Surya yang saat ini sudah menayangkan seri kedua. 

Sitkom yang representatif dalam menggelitik keluarga muda Indonesia untuk lebih meningkatkan literasi keuangan mereka. Sitkom merupakan suatu genre sinema dengan gaya komedi. Sehingga dengan konsep sitkom ini diharapkan lebih dapat diterima oleh masyarakat tanpa terasa digurui atau seperti di tawarkan asuransi melalui agen asuransi.
  
Elin Waty

Hal ini di amini oleh Elin Waty sebagai Presiden Direktur Sun Life Finansial Indonesia, bahwa selama 23 tahun beroperasi di Indonesia telah mendampingi keluarga Indonesia dalam mewujudkan mimpi-mimpi di masa depan mereka. Melalui Kampanye dengan bentuk sitkom ini Elin Waty mengajak masyarakat untuk tidak menunda-nunda dalam perencanaan keuangan yang cermat untuk mencapai kemapanan finansial. 

"Saat pertama kali, terus kedua dan ketiga kalinya saya menonton sitkom Keluarga Surya, saya masih merasa Amaze dengan apa yang telah di lakukan oleh para creator sitcom web series Keluarga Surya ini", ungkap Elin Waty. Penyampaian tentang literasi keuangan nya begitu enteng dan renyah menyentuh keluarga muda Indonesia. Semoga saja edukasi lietrasi melalui sitkom ini dapat mendorong peningkatan yang baik bagi indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia. 

Sitkom Keluarga Surya


Episode perdana yang tayang pada 31 Mei 2018, Sitkom Keluarga Surya mengangkat tema seputar THR Lebaran yang saat ini juga sedang di alami oleh masyarakat Indonesia. Video web series ini mengisahkan tentang sebuah keluarga moderen dalam berbagai isu sehari-hari. Mulai dari pengelolaan THR, perencanaan pendidikan keluarga hingga pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Durasi video yang cukup pendek sekitar 5 menit setiap episodenya. Hingga nanti ada 8 episode kisah keluarga surya yang dapat dinikmati oleh keluarga muda Indonesia. 

Para pemain Keluarga Surya adalah 1. Edo Borne sebagai Ayah Surya, 2. Karina Nadila sebagai Ibu Mentari, 3. Bima Azriel sebagai Fajar dan 4. Sandrinna Michelle sebagai Cahaya. Keempat pemain ini adalah aktor dan aktris muda bertalenta. Keren-keren mainnya.

Prof. Dr. Paulus Wirutomo. M.Sc

Video web series Keluarga Surya ini menggambarkan bahwa sistem nilai yang individu akan menentukan sikap dan perilaku terhadap sesuatu, tak terkecuali dalam perencanaan finansial. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Paulus Wirutomo. M.Sc, Sosiolog sekaligus guru besar Sosiologi Universitas Indonesia.  Terkait pengelolaan keuangan sikap dan perilaku yang diterapkan generasi saat ini belum bergerak jauh dari generasi sebelumnya. Meski terjadi pergeseran pada peruntukan dan tujuan dari perencanaan keuangan itu sendiri.

Shierly Ge

Jika dibandingkan generasi saat ini dengan generasi sebelumya, keluarga muda Indonesia cenderung senang untuk menabung untuk tujuan jangka pendek dan enggan untuk berinvestasi jangka panjang. Hal ini juga di sampaikan oleh Shierly Ge, Chief Marketing Officer Sun Life Finansial Indonesia. Semoga saja kehadiran video web series bertajuk Keluarga Surya menjadi sarana edukasi literasi keuangan yang dapat dengan mudah diakses masyarakat luas dalam konten visual digital dan mengusung genre komedi situasi yang sarat akan makna. 

Berikut ini episode pertama sitkom Keluarga Surya. Selamat Menyaksikan....


Demikian
Salam.

Saya, ecek-eceknya sutradara