Showing posts with label kanker. Show all posts
Showing posts with label kanker. Show all posts

Tuesday, 4 December 2018

Kapan Saya Harus Masuk Asuransi?



EDUKASI ASURANSI - Tangan saya mendadak lemas. Jantung meleleh rasanya hingga ke kaki. Pikiran saya melayang ke beberapa bulan lalu ketika saya menawarkan asuransi. Ketika itu, kami sedang kumpul bersama teman- teman lainnya. Mengingat dia sangat sibuk, saya mencoba membahas proposal asuransinya saat itu.
Belum sampai 5 menit, kemudian hpnya berdering, dari client ternyata... dia beringsut pergi ke ruangan lain. 15 menit berlalu.. 20 menit.. 25 menit... saya tidak tahan akhirnya beranjak ke ruangan tempatnya duduk. Dia sedang duduk manis sambil whatsapp-an.. What?? Seketika dia salah tingkah dan berkata sorry ya saya sibuk banget... Saya tau dia menghindar..
Saya bilang tidak apa- apa kan bisa kita bahas lain waktu. Saya kemudian pamit pergi.
Pada beberapa kesempatan dia selalu menolak saya secara halus, menghindar apabila topik menyentuh asuransi. Belum perlu, belum butuh, asuransi merugikan, begitu yang saya dengar.

Yah.. akhirnya dia menyetujui proposal saya hari ini.... Barusan di telepon dia berkata, "Say, aku ambilah asuransi yang kemarin kamu tawarin... tapi aku udah kena kanker, baru sih didiagnosa kemarin.. gak ganas kok.. masih bisa kan ??"

Ibu sayang.. saya gak bisa bantu ibu lagi.. Seberapapun inginnya saya melakukan penjualan, saya hanya bisa menjual asuransi kepada orang yang sehat. Ketika diagnosa ditegakkan dokter fungsi kami sebagai agen asuransi mati di depan Anda. Jadi ketika agen asuransi masih mengejar Anda, berbahagialah.. karena tidak semua orang bisa membeli polis asuransi, sekalipun punya uang. Asuransi itu yang kecil beli uang besar. Beli selagi kita masih sehat, selagi masih produktif. IU**


Saturday, 14 July 2018

Perkembangan Metode Perawatan Terhadap Penyintas Kanker Payudara

Stadium Kanker yang sudah berbahaya sejak stadium 0


Penyakit Kanker sudahlah tentu banyak di kenal masyarakat, namun untuk mengenal sungguh  seperti apa penyakit kanker itu mungkin hanya segelintir saja. Seperti halnya saya, yang tak banyak tahu dan selalu hanya mendengar atau membaca sekilas tentang penyakit kanker.

Beberapa waktu lalu saya beruntung sekali, mendapat kesempatan mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Roche. Mengenai edukasi media tentang perkembangan baru dalam metode perawatan pasien penderita kanker. Rabu [11/7] di The Westin Hotel Jakarta. 

Kanker payudara adalah kanker yang paling banyak di temukan pada perempuan di seluruh dunia. Setiap tahun terdapat 1,4 juta kasus kanker payudara baru di dunia.  Lebih dari 450.000 perempuan diperkirakan meninggal setiap tahunnya. Salah satu jenis kanker payudara adalah kanker payudara dengan status HER2 ( Human Epidermal Growth Factor Receptor 2) positif. Status HER2 positif sudah memasuki kanker payudara yang sangat agresif dan dialami sekitar 15-20% pasien kanker payudara.


Tiga narasumber dan Roche
Di Indonesia sendiri penyakit kanker payudara tercatat dengan tingkat kematian tertinggi diantara kanker lainya. Pada tahun 2012 tercatat dalam perkiraan kanker payudara terjadi sejumlah 48.998 dengan angka kematian 19.750. Kondisi ini memang disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dan merasa tabu akan kanker payudara. Menurut catatan medis Rumah Sakit Kanker Dharmais hampir 85% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dengan kanker stadium lanjut.

Hmm gak terbayangkan bagaimana yang di rasakan oleh para penyintas kanker, tentunya penderitaan yang panjang dan melelahkan bukan. Meskipun begitu berbagai upaya untuk menangani kondisi demikian masih terus dilakukan. Perjuangan para dokter, peneliti, dan para perawat di rumah sakit termasuk para pengemban regulasi system penanganan tak henti-hentinya. 

Prof. Dr. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D, SpTHT-KL(K), MARS,
Direktur Utama RS Kanker Dharmais

Seperti kehadiran mereka para pembicara yang mau berbagi tentang kondisi perkembangan perawatan kepada pasien penyintas kanker. Mereka adalah :
  1. Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM Staf Medis, Sub Divisi Hematologi-Ontologi Medik RS Kanker Dharmais dan RSCM 
  2. Prof. Dr. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D, SpTHT-KL(K), MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais
  3. Zr. Musrini S.ST Perawat RS Dr. Soetomo, Surabaya
  4. Dr. Diah Ayu Puspandari Apt., M. Kes, KPMAK UGM, Direktur Pusat Kebijakan Pembiayaan dan manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) Fakultas Kedokteran UGM

Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM Staf Medis, Sub Divisi Hematologi-Ontologi Medik RS Kanker Dharmais dan RSCM


Keempat narasumber ini menyampaikan tentang apa yang menjadi perkembangan dan harapan bagi kondisi penanganan Kanker di Indonesia. Nugroho Prayogo menyampaikan bagaimana penyakit kanker berkembang dan bagaimana kanker bisa dikenali sejak dini. Harapan beliau masyarakat Indonesia agar bisa menyadari sejak dini dengan memeriksakan diri jika terdapat tanda-tanda kanker pada tubuhnya. 

Sementara Abdul Kadir sebagai Dirut RS Kanker Dharmais mengatakan sejauh ini perkembangan penanganan jauh lebih baik di banding sepuluh tahun yang lalu. Namun kesadaran disiplin waktu dan kemalasan para penyintas kanker untuk datang ke RS kanker masih rendah. Walaupun begitu RS Kanker Dharmais Jakarta berharap bisa menyetarakan diri dengan rumah sakit setingkat asia tenggara. Termasuk metode dan formulasi trastuzumab subkutan yang banyak mempengaruhi system manajemen dan pembiayaan pada penyakit kanker payudara. 

Zr. Musrini S.ST Perawat RS Dr. Soetomo, Surabaya

Hal ini juga disampaikan oleh perawat  Musrini yang bertugas di RS Dr. Soetomo Surabaya, Bahwa metode dan formulasi baru trastuzumab subkutan sangat membantu dirinya dalam menangani perawatan pasien penyintas kanker. Dengan waktu yang hanya 5 menit untuk melakukan penyuntikan kepada pasien. Otomatis Musrini mampu melayani perawatan pasien bisa lebih banyak. Antrian pun bergerak lebih cepat. 

Apa yang dirasakan di lapangan dengan temuan utama formulasi trastuzumab subkutan ini menyadari banyak hal perubahan dalam system manajemen keperawatan penyakit kanker. Seperti juga yang disampaikan oleh Diah Ayu Puspandari sebagai Direktur KPMAK bahwa dari perspektif kesehatan, dengan pendekatan tarif RS dalam perhitungan, biaya pemeberian trastuzumab subkutan hingga 18 siklus lebih hemat 35% dibanding dengan pemberian trastuzumab IV. 

Dr. Diah Ayu Puspandari Apt., M. Kes, KPMAK UGM,
Direktur Pusat Kebijakan Pembiayaan dan manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) Fakultas Kedokteran UGM



Dari perspektif layanan kesehatan dengan pendekatan human capital dalam perhitungan, biaya pemberian trastuzumab subkutan hingga 18 siklus lebih hemat 32% dibandingkan pemberian trastuzumab IV. Otomatis terdapat penghematan biaya yang meliputi : Penggunaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP). Menjadi lebih efisien pada proses tenaga kesehatan, tambah Diah

Berbeda dengan trastuzumab IV sebelumnya yang di gunakan (metode infus) yang membutuhkan waktu 90 menit tentunya memakan waktu yang cukup lama. Sementara metode trastuzumab subkutan (suntik) hanya membutuhkan waktu hanya 5 menit saja. 

Saya jadi teringat dengan quote seorang profesor yang pernah saya temui. Kalimatnya begini: "Sekecil apapun yang di lakukan bagi agent of change akan sangat bermanfaat dan berpengaruh besar".  Nah hal ini terbukti, dengan adanya temuan utama yang baru pada perawatan pasien penyintas kanker. Besar dampak positif yang ditimbulkannya. 

Demikian 
Salam. 





Saturday, 23 December 2017

Pertemuan Kecil dengan Anak Penyintas Kanker di Green Pramuka Square

Jakarta itu luas banget ya ternyata (kemana aje), di sana sini terdapat banyak sekali perubahan kota. Mulai dari jalanan yang terus di benahi hingga pusat-pusat perbelanjaanya. Sebagai penduduk yang tinggal di daerah kota pinggiran Jakarta seperti Tangerang, ke Jakarta merupakan perjalanan antar kota. Seperti perjalananku kali ini ke Mall Green Pramuka Square, ada yang sudah pernah kesini?

Stupa Art Competition di Mall GPS 
Green Pramuka Square (GPS) berada di sebelah timur Jakarta, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kav 49 Cempaka Putih. Merupakan sebuah kawasan apartemen yang didalamnya juga berdiri Mal sebagai bagian dari konsep pemukiman bergaya Town Square. Sekeliling Mall berdiri beberapa tower hunian gaya masa kini yang menjamur di setiap sudut kota Jakarta.

Apartemen Green Pramuka Square
Menuju GPS dari Tangerang tidaklah mudah :D, apalagi menembus lalulintas jalanan Jakarta yang sudah terbiasa dengan kemacetan meskipun lewat jalan berbayar seperti jalan tol. Alhasil perjalanan Tangerang-Jakarta itu memakan waktu 2 jam kurang dan lebihnya.

Pertanyaanya mengapa saya bersusah payah menuju ke GPS jika harus menembus macet? Terkadang sebuah perjalanan itu tak membutuhkan jawaban dari pertanyaan kenapa gaes yegak? :D. Naluri  seseorang untuk bergerak terkadang memang tak membutuhkan alasan apapun. Pergi kesana-kesini, ngalor-ngidul, wara-wiri itu sering dalam perjalanan saya tak menemukan jawaban dari pertanyaan kenapa pergi kesini? Ini semacam naluri petualang gituh, ciiyeeehhh.

Anak Penyintas Kanker sedang bermain bersama kelinci
Dalam perjalanan itu tak sering saya menemukan sesuatu yang unik dan bahkan menyentuh ruang terdalam jiwa (serius). Seperti pertemuan dengan beberapa anak kali ini dan beberapa orangtua mereka saat berkunjung ke GPS. Mungkin ini bukan kebetulan, GPS yang merayakan aniversari yang pertama di  tahun ini mengajak YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) berkunjung ke Mall GPS ini bertepatan saya pun ada di sini.

Dan jika dikisah kan satu demi satu dari sekian anak tersebut pastilah akan menguras kolam airmata yang sulit terbendung tak terkecuali dengan saya. Bahkan saya tertahan untuk mengetik beberapa kalimat setelah ini.

Anak Penyintas Kanker sedang bermain di Mall GPS 
Anak dengan derita kanker menggumuli tubuh mereka di Indonesia ini ternyata tidak sedikit. Kementerian Kesehatan sejak 2007 menyebutkan bahwa sekitar 4.100 kasus Kanker pada anak dengan rentang usia 5 hingga 14 tahun di Indonesia. Sementara data WHO pada akhir 2015 mencatat jumlah penderita kanker di dunia sebanyak 14,1 juta orang, dan empat persen diantara dari mereka adalah usia anak-anak.

Pemotongan Tumpeng Perayaan hari jadi yang pertama Mall GPS
Cukup beralasan jika GPS merayakan kegembiraan pertamanya dengan mengundang anak-anak YKAKI sebagai bentuk kepedulian bukan dengan berbagi hadiah atau pun pesta yang meriah. Tak hanya mengundang mereka untuk berkunjung dan bermain di Mall GPS, penggalangan dan bantuan pun mereka lakukan. Melalui pengumpulan vote pada kompetisi Stupa Art Competition, sebuah kompetisi melukis diatas media berbentuk telur setinggi hampir satu meter.  Setiap vote bernilai Rp 10,000,- yang di sumbangkan kepada rumah singgah YKAKI yang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak dan keluarga penyintas kanker.

Banner Vote Stupa Art Competition Mall GPS
Meski selain berdonasi melalui vote, bagi voter pun mendapat kesempatan hadiah yang diberikan GPS berupa smartphone. Meski bukan itu tujuannya ketika memberikan donasi, voter bagi kompetisi Stupa Art ini juga merupakan ajang kebahagiaan GPS juga yang layak memberi apresiasi donasi berupa meski berupa vote. Dalam seremoni sederhana setelah sebelumnya melakukan pemootongan tumpeng ibu Liza Monalisa selaku General Manager GPS mengatakan: “ GPS adalah entitas bisnis yang tidak hanya berfokus dalam usaha, melainkan juga terhadap nilai-nilai sosial sebagai wujud kepedulian dan komitmen kami menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk sesama. Dan semoga dengan perayaan hari jadi yang pertama ini membuat sesuatu pengalaman yang bermakna”.

Penyerahan bantuan senilai Rp 20juta dari Mall GPS kepada YKAKI  
Menyambut hangat ungkapan beliau, Ketua YKAKI Ira Soelistyojuga mengatakan bahwa sangat meng apresiasi atas apa yang dilakukan oleh mal GPS kepada anak-anak penyintas kanker. Kanker pada anak menurut para ahlinya memang tidak bisa di cegah, namun dapat diobati /diupayakan sembuh dengan mengenali gejala serta tanda-tandanya. Kepedulian berbagai pihak sangat menentukan dalam penanganan kanker pada anak. Edukasi dan memahami kanker pada anak sejak dini perlu terus disosialisasikan. Agar keterlambatan penanganannya dapat dihindari dan semakin banyak anak yang tertolong.

Anak-anak penyintas kanker tersebut tampak bergembira bermain berbagai aneka permainan yang ada di mall GPS. Ada yang bermain game, bermain bersama kelinci dan lainnya. Kerianggembiraan mereka menandakan jiwa mereka yang tetap anak. Bahkan keinginan dan cita-cita mereka pun sama bahkan bukan tidak mungkin lagi lebih tinggi dari mimpi anak-anak sehat lainnya.

Kehidupan yang mereka harus jalani bersama kanker tentu bukan saja risiko yang di hadapi oleh si anak saja, melainkan orang dekat di sekitar mereka seperti Ayah dan Ibu mereka. Terpikirkan kah bagaimana mereka menjalani hari-hari dengan tuntutan biaya pengobatan yang tidak sedikit tersebut. Dan yang lebih utama dari lingkungan sekitar mereka adalah bentuk dukungan positif berupa kebahagiaan yang bisa dibagi antar individu meski tak terikat hubungan keluarga secara biologis. Namun juga hubungan secara komunitas kebersamaan dalam ruang lingkup  hidup yang luas ini.

Maka pertemuan kecil dengan anak penyintas kanker tersebut kiranya menjadi hubungan yang meluas dari tulisan sederhana ini untuk saling terhubung memberi empati berupa senyum penyemangat untuk mereka diluar sana.


Demikian salam.